摘要:Ketika konsumsi gandum Indonesia meningkat maka impor gandum ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat akan makanan berbahan dasar gandum. Salah satu pengekspor gandum terbesar untuk Indonesia adalah Australia. Produksi gandum Australia cenderung berfluktuatif. Namun ketika produksi gandum Australia menurun impor gandum Indonesia dari Australia justru meningkat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data time series berdasarkan tahun periode 1980-2013. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Pengujian secara parsial digunakan uji t-statistik dan pengujian secara serempak digunakan uji F-statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi gandum Australia tidak berpengaruh dan signifikan terhadap impor gandum Indonesia dari Australia dengan nilai koefisiens ebesar 0,0000802. Konsumsi gandum Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor gandum Indonesia dari Australia dengan koefisien sebesar 0,000241. Kurs berpengaruh positif terhadap impor gandum Indonesia dari Australia dengan nilai koefisien sebesar 0,000501. Saran dari penelitian ini maka pemerintah perlu menekan impor gandum dengan mengeluarkan kebijakan penanaman komoditas pertanian alternatif pengganti gandum untuk bahan tepung terigu seperti singkong. Masyarakat perlu kembali beralih mengkonsumsi komoditas lokal.
其他摘要:When the Indonesian wheat consumption increases, imports of wheat increased to meet the consumption needs of the community will be wheat-based foods. One of the biggest wheat exporter to Indonesia is Australia. Australian wheat production is likely to flu