期刊名称:Karsa: The journal of Social and Islamic Culture
印刷版ISSN:2442-3289
电子版ISSN:2442-4285
出版年度:2007
卷号:11
期号:1
页码:68-76
DOI:10.19105/karsa.v11i1.149
语种:Indonesian
出版社:State College of Islamic Studies Pamekasan (STAIN Pamekasan)
摘要:Semula, kerapan sapi diselenggarakan sebagai kesenian rakyat khas Madura yang diadakan setiap selesai panen dalam rangka “pesta panen”. Kini, kerapan sapi telah bergeser jauh dari tradisi aslinya, tercerabut dari akarnya. Bergeser dari yang semula kesenian ke komersialisasi, dari festival ke bullraces. Dengan perubahan orientasi tersebut, kerapan sapi masa kini mengandung lebih banyak sisi negatif dibanding positifnya. Karena itu, menjadi tidak arif dan tak bijaksana mempertahankan tradisi yang kini cenderung anarkis tersebut, kecuali dikembalikan pada tradisi aslinya. Jika tidak, masih ada tradisi khas Madura lainnya—terkait dengan perlombaan sapi-- yang lebih layak dilestarikan dan lebih cocok dengan karakter orang Madura yang andep asor. Tradisi tersebut adalah kontes sapê sono’ dan sapi hias.