摘要:Kejadian pernikahan anak di bawah umur di Indonesia cukup tinggi. Ini berkorelasi pula dengan tingginya pengajuan permohonan dispensasi kawin yang diajukan kehadapan Pengadilan. Faktor pendorong pernikahan anak di bawah umur adalah ikhtiar keluar dari kemiskinanan atau juga sering diungkap sebagai alasan mencegah terjadinya seks di luar ikatan pernikahan yang seketika dipandang amoral. Sementara itu, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia merumuskan hubungan seks di luar ikatan perkawinan sebagai perzinahan yang diancam sanksi pidana. Penelitian ini yang dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis menemukan adanya kemungkinan pertentangan, pada tataran prinsip atau abstrak, antara aturan pemberian dispensasi nikah bagi pasangan di bawah umur dengan aturan tentang larangan hubungan seks di luar ikatan perkawinan dalam RKUHP. Dalam hal ini, pemberian dispensasi dapat dimaknai sebagai alasan penghapus pidana atau alasan pemaaaf.
其他摘要:Data shows a high number of under-age or child marriages Indonesia. A related phenomenon is number of dispensation requested to the court to conduct marriage in case one or both couples are under age. Reason for this practice may be escape route from poverty, or as a more common justification to prevent sexual intercourse outside marriage (fornication) considered per se immoral. Meanwhile, drafter of the Indonesian Criminal Code decides to criminalize sexual intercourse outside marriage. The author, using a descriptive analytical approach, suggest that, at the abstract level, a contradiction exist between the rule of allowing the granting of court dispensation and the rule purporting to criminalize sex outside marriage. Dispensation, in the final analysis, may be used to decriminalize sex between under age couples.
关键词:alasan penghapus pidana;perkawinan anak di bawah umur;dispensasi kawin;pidana zina
其他关键词:decriminalization of sexual intercourse between under age couples;marriage dispensation;fornication